Pentingnya Humor Dalam Public Speaking

Kalau Anda tidak sedang mengumumkan obat kanker atau menyatakan perang, dan mengingat pidato oleh sebagian orang dianggap sebagai kutukan, ada baiknya selalu memasukan humor dan joke didalamnya. Jangan terlalu serius kalau tidak perlu. Meskipun Anda memilih topik pembicaraan yang serius, sebagian besar pendengar tetap senang mendengar humor-humor kecil.


Namun ingatlah, jangan pernah mengawali humor dengan kalimat-kalimat seperti:


"Saya akan menceritakan lelucon kecil." (Tak ada orang yang bilang akan menceritakan lelucon besar.)


"Ada kejadian lucu ketika saya berangkat ke sini."


"Ada cerita lucu. Anda pasti suka. Benar-benar lucu."


"Hal ini mengingatkan saya pada sebuah lelucon kecil. Anda barangkali pernah mendengarnya, tapi akan saya ceritakan juga."


Mengapa kalimat-kalimat itu harus dihindari? Karena kalimat-kalimat itu klise; cara kuno mengawali atau mengakhiri lelucon. Selain itu, Anda bisa berisiko mengecewakan audiens kalau sebelumnya Anda menjamin bahwa mereka akan tertawa terbahak-bahak namun ternyata tidak sama sekali. Anda tentu saja tidak usah mengatakan bahwa mereka mungkin pernah mendengarnya. Pengantar lelucon seperti itu akan terlihat benar-benar aneh.


Jadi gunakanlah humor sebagai senjata untuk mempercantik Public Speaking anda sehingga audience akan jauh lebih menyukai anda dan merekapun otomatis akan menjadi jauh lebih relaks saat mendengarkan pidato anda.


Demikian sharing singkat dari saya, semoga dapat menginspirasi buat anda.